Aku tahu, kamu sekarang ini sedang TUKUL (baca : tumbuh) dalam kenyataan yang pahit. Kepahitan yang pertama, yang aku tahu adalah, kau harus korbankan idealismemu demi dunia yang selalu memarginalkan idealismemu. Maksudku, kau mau ikut seleksi PNS (yang itu tuh…) padahal kau benci segala jenis birokrasi di negara kita ini kan? Ya..ya..aku bisa pahami.
Kepahitan lain, yang aku tahu adalah, kau ingin sekali membantu semua orang yang kesulitan tapi kau sungguh-sungguh tak ingin merasakan jadi menjadi orang yang kau bantu. Maksudku, kau ingin membantu orang miskin (definisi ada di masing-masing pembaca .red) tapi kau juga ingin menjadi miskin. Ya..ya..aku jadi semakin merasakan betapa sebenarnya udara hidup itu pahit.
Yang aku tahu adalah masih ada kepahitan lain yang kau pendam. Sebagai kawanmu, aku ingin memberimu sedikit penawar kepahitan itu. Sedikit saja, ini tentang kepahitan nomor dua tadi.
Kamu jangan sampai stres, ini memang tidak semudah yang kita bayangkan (!@#$%^&*). Ada banyak orang yang tidak bisa setiap hari makan telur dadar seperti kamu. Bahkan untuk sekedar mencicipi listrik dari PLN (yang sering mati itu) mereka sangat sulit bisa memimpikannya. Mereka tidak dengan mudah membeli MOMOGI (bukan iklan .red) rasa jagung bakar dengan mudah, meskipun bagi kita itu murah. Kau sudah tahu bukan seberapa pahit hidup mereka, kawan?
Aku pikir begini, kau bisa jadi miskin dan tetap menolong mereka. Sungguh-sungguh kau bisa, aku yakin. Kau boleh tinggal di rumah beratap rumbia, berdinding bambu dan punya WC terbesar di dunia (karena kau melepaskan “hajatmu” di sungai). Kau bisa seperti itu. Tapi, ada syaratnya…KAU HARUS KAYA.
Dalam kemiskinan, yang katamu adalah prinsip hidupmu, kau harus menjadi manusia yang kaya. Kau kan harus kaya agar bisa membantu mereka. Kau harus kaya dengan perasaan kasih, sayang dan cinta. Perasaan itu akan membantumu melihat kepahitan #2 dengan hati yang lembut. Kau harus kaya dengan kreatifitas, kau miskin tapi kau harus bisa mengupayakan setiap sumber daya yang punya bisa berguna bagi mereka, dan itu harus kau lakukan dengan keberanian. Kau harus kaya dengan senyuman, kau harus tahu tak semua masalah bisa diselesaikan dengan solusi, ada beberapa yang harus diselesaikan dengan TERSENYUM. Kau harus kaya dengan kualitas abdi Tuhan, kau harus kaya dengan kesadaran bahwa kau juga diciptakan oleh Tuhan, demikian juga mereka. Kau harus kaya dengan nada, kau bisa membantu mereka dengan melagukan melodi indah. Kau harus kaya dengan kesabaran, karena jalan menuju ke duniamu (maksudku idealismemu) sangat berliku. Kau harus kaya dengan semangat petualangan, karena kau harus berjalan terus menerus hingga kau dapatkan tempat berteduh dari segala langkahmu. Kau harus kaya dengan penghargaan kepada manusia lain, kau hanyalah manusia biasa yang harusnya selalu menghargai manusia lain, itu akan membuatmu semakin menghayati perjuangan hidup. Kau harus kaya dengan kemiskinan, agar kau selalu ingin menjadi kaya, dan itu membuatmu semakin sadar bahwa KAU MISKIN, TAPI HARUS KAYA.
