Jantungku seperti ingin menangis. Dulu kukira akan sangat mudah melaluinya. Tapi ternyata tidak.
Aku ingin sekali menjadi seperti itu. Aku tahu ada itu didirimu. Aku ingin. Aku belum bisa, tetapi.
Ketika sayap ini mengepak, terasa ada yang nyeri. Langsung seperti di sumsum tulang belakang, kurasa. Aku takut mengepak lagi.
Tapi kau kan tahu seberapa inginku menggapai bintang? Pundakmu turun sudah. Lelah mengitari sungsang yang tak kunjung kembali. Aku minta kau tabah. Tapi percuma bukan…
Aku kenal kau sebagai yang kau inginkan, duhai individu merdeka. Aku tahu seberapa ingin kemerdekaan mengalirimu. Aku bahkan tahu kau ingin mati seperti apa.
Tapi aku tak mengizinkanmu mengenal diriku. Aku tak ingin kau kemudian menjauh pergi. Dan itu hampir benar. Aku tak seperti yang kau duga, meski kau tak sepenuhnya salah.
Aku tahu aku ini apa. Tapi sampai sebatas itu. Mungkinkah kau mengenalku jauh dalam dari aku mengenali aku ini seperti apa?
Aku lelah. Tapi aku ingin bintang.
Sudah tiba.
-medan, 17072007-
